DUDUK BERSAMA NABI DI SURGA

DUDUK BERSAMA NABI MUHAMNMAD SAW DI SURGA 

Masuk surga adalah kesuksesan paling tinggi yang diraih oleh orang-orang yang beriman. Bagaimana pula dengan duduk menemani Rasulullah SAW didalamnya,?  Itu adalah derajat yang akan diraih oleh orang-orang yang menyantuni anak yatim. Rasulullah SAW bersabda,

“Aku dan orang-orang yang menanggung/menyantuni Anak Yatim akan berada di Surga seperti ini”, Kemudian beliau SAW memberi isyarat dengan menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya seraya sedikit merenggangkannya.(HR. Bukhari)

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Isyarat ini cukup untuk menegaskan kedekatan kedudukan antara pemberi santunan kepada Anak Yatim  dengan Nabi Muhammad SAW, karena tidak ada jari yang memisahkan jari telunjuk dengan jari tengah.”

Tahukah,.! apa hasil yang akan diperoleh dengan menyantuni dan mengasihi Anak Yatim, apa sikap kita terhadap kebaikan ini, ?

Jika kita termasuk orang-orang yang mampu, apakah kita pernah berpikir untuk menyantuni Anak Yatim, sehingga kita bisa masuk dan duduk bersama Rasulullah di surga. Untuk menyantuni anak yatim kita tidak harus memiliki kekayaan yang melimpah. Melainkan dengan memberinya makanan dengan makanan yang sehari-hari yang dimakannya, memberinya minum dengan minuman yang bisa diminumnya, maka ia akan memperoleh kedudukan tersebut.

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim diantara dua orang tua yang muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.”(HR. Abu Ya’la dan Thabrani)

Karena itu, jika kita mendapat kesempatan untuk menyantuni Anak Yatim, jangan sekali-kali kita sia-siakan, jika kita tidak menyukai hal itu dan menyia-nyiakannya, maka pikirkanlah Pahala dan Balasan  yang Allah telah janjikan bagi orang yang menyantuni anak yatim. Tidakkah kita ingin mendapat syafaat pertolonganNya, dan duduk bersama Nabi Muhammad SAW  di surga Allah,.?

MENYANTUNI ANAK  YATIM ADALAH AKHLAK DAN PERBUATAN MULIA

Islam telah mendorong pemeluknya agar memiliki akhlak mulia. Salah satu Akhlak Mulia itu adalah menyantuni Anak Yatim. Sesungguhnya, Anak Yatim adalah manusia yang paling membutuhkan Pertolongan dan Kasih sayang. Karena ia adalah Anak yang kehilangan ayahnya pada saat ia sangat membutuhkannya. Ia membutuhkan pertolongan dan kasih sayang kita, karena ia tidak mungkin mendapatkan kasih sayang ayahnya yang telah tiada.

Jika kita melihat seseorang yang penyayang kepada anak yatim dan menyantuni mereka, maka ketahuilah bahwa ia adalah seorang yang berbudi dan berakhlak mulia.

Suatu ketika Saib bin Abdullah datang kepada Rasulullah SAW, maka Rasulullah Saw pun bersabda kepadanya,

“Wahai Saib, perhatikanlah akhlak perbuatan yang biasa kamu lakukan ketika kamu masih dalam zaman kejahiliyahan, laksanakan pula ia dalam masa keislaman. Jamulah tamu, Muliakanlah Anak Anak Yatim, dan Berbuat baiklah kepada tetangga.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Dan “Bersikaplah kepada Anak Yatim, seperti seorang bapak yang penyayang.” (HR. Bukhari)

Kasih sayang dan berbuat baik kepada Anak Yatim adalah sebagian dari akhlak dan perbuatan orang-orang yang terpuji disisiNya. Itu tidak bisa dilakukan kecuali oleh seorang lelaki/perempuan yang baik hatinya, yang pengasih, yang penyayang, yang menyukai dan mencintai kebajikan.

Sahabat Nabi Saw, Abdullah bin Umar tidak pernah memakan makanan kecuali di meja makannya ada seorang Anak Yatim yang makan bersamanya.

Maka, jadilah orang seperti itu, Seorang yang penyantun, lemah lembut, dan berupaya berbuat kebaikan kepada Anak Yatim, mengusap air mata mereka dengan tangan dan harta kita, serta memasukkan perasaan gembira ke dalam hati mereka.

Ketahuilah, bahwa jika kita mendapat bimbinganNya dan kemudahan untuk melaksanakan itu, maka kita benar-benar orang yang beruntung. Yang berhak mendapat gelar Seorang Berakhlak mulia”.

BAGAIMANA CARA BERBUAT BAIK KEPADA ANAK YATIM

Berbuat baik kepada Anak Yatim, bisa dengan beberapa cara, Diantaranya,

1. Memberinya makan, pakaian, serta menanggung kebutuhan-kebutuhan pokoknya

2. Mengusap kepalanya serta menunjukkan kasih sayang kepadanya

3. Membiayai sekolahnya, sebagaimana seseoang ingin menyekolahkan anaknya

4. Mendidiknya dengan ikhlas, sebagaimana keikhlasanya dalam mendidik anak kandungnya sendiri

Sesungguhnya, orang yang berbuat kebaikan kepada anak orang lain adalah orang yang telah memasukkan rasa gembira dihati mereka. Tidak diragukan lagi, Allah pasti tidak akan menyia-nyiakannya, karena Allah Maha Pengasih dan Mencintai semua orang yang Pengasih.

Rasulullah SAW  bersabda: “Orang-orang yang pengasih, akan dikasihi oleh Ar-Rahman Allah Tabaaroka Wa Ta’ala Yang Maha Pengasih. Oleh karena itu, Kasihilah siapa yang ada dibumi, niscaya engkau akan dikasihi oleh yang berada di langit.” (HR. Tirmidzi)

Bersama Yayasan Daarul Amal, Mari donasikan Sedekah Yatim guna membantu kehidupan Anak Yatim dan mewujudkan harapan, pendidikan, dan masa depan mereka.

 

 

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *